Jumat, 05 Oktober 2012
Sebuah molekul diatom polar
seperti HF adalah suatu dipol,
yakni suatu benda yang memiliki dua muatan berlawanan pada titiknya. Dimana
Atom H Bersifat elektropositif dan F bersifat elektronegatif. Adanya dua muatan
yang berlawanan ini dapat dibuktikan dengan medan listrik. Dimana ketika medan
listrik dinyalakan molekul HF akan mengarahkan ujung negatifnya ke kutub
positif dan ujung positifnya ke kutub negatif Untuk molekul semacam ini dapat
ditentukan sebuah momen dipol, yaitu suatu ukuran terhadap
derajat kepolaran.
Molekul diatomik yang mengandung atom-atom dari unsur yang berbeda biasanya berupa molekul polar dan memiliki momen dipol, sedangkan molekul diatomik yang mengandung atom-atom dari unsur yang sama tidak memiliki momen dipol dan berupa molekul non-polar. Dalam tulisan kali ini kita coba membahas tentang Momen Dipol Senyawa Etanol (CH2OH)
1. Buka hyperchem
2. Gambar molekul CH2OH seperti gambar dibawah ini
Molekul diatomik yang mengandung atom-atom dari unsur yang berbeda biasanya berupa molekul polar dan memiliki momen dipol, sedangkan molekul diatomik yang mengandung atom-atom dari unsur yang sama tidak memiliki momen dipol dan berupa molekul non-polar. Dalam tulisan kali ini kita coba membahas tentang Momen Dipol Senyawa Etanol (CH2OH)
1. Buka hyperchem
2. Gambar molekul CH2OH seperti gambar dibawah ini
![]() |
| Gambar 1 |
3. klik setup>semi-empirical>pilih
jenisnya (contoh saya menggunkana MINDO3)> lalu klik Compute> geometry
optimization>ok, tunggu sesaat hingga terlihat energi yang dihasilkan (di
bar paling bawah)
4. Klik Compute>properties sehingga terlihat momen dipol yang dihasilkan ![]() |
| Gambar 2 |
Sekarang mari kita lihat
pengaruh posisi atom terhadap perubahan momen dipol suatu senyawa, jika kita
menggeser posisi atom Oksigen ketengah menggantikan Karbon posisi 2 maka nilai
yang terlihat sebagai berikut
![]() |
| Gambar 3 |
![]() |
| Gambar 4 |
Dari percobaan melalui
simulasi perubahan posisi atom suatu senyawa terhadap nilai momen dipol
terlihat bahwa posisi atom memang sangat berpengaruh terhadap nilai momen dipol
seperti yang telah dijelaskan. pada gambar 1, interaksi dipol antara atom
Hidrogen dengan Oksigen sangat kuat, hal ini terlihat dari besarnya nilai
dipol yang dihasilkan yakni 1,237
sehingga senyawa ini bersifat polar. berbeda pada gambar 2, interaksi antar dipol-dipol sangat lemah dimana
atom C dengan H dan Atom C dengan O, nilai keelektronegatifan C lebih rendah
dibanding O sehingga terlihat nilai dipol yang dihasilkan juga semakin rendah.
nb: tiap2 panjang ikatan, sudut dsb sangat mempengaruhi besar energi, ataupun nilai momen dipol yang tertera, untuk itu disarankan menggunakan file etanol otomatis/bawaan hyperchem










